MENJADI PELITA ATAU PENDETA?
Nats Utama: Matius 5:16
"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Pendahuluan
Di zaman sekarang banyak orang mengejar gelar pelayanan, tetapi melupakan karakter pelayanan. Banyak orang ingin disebut pendeta, penginjil, rasul, atau hamba Tuhan, tetapi tidak semua menjadi terang bagi dunia.
Yesus tidak pernah berkata:
"Berbahagialah kamu jika menjadi pendeta."
Tetapi Yesus berkata:
"Kamulah terang dunia." (Matius 5:14)
Artinya, sebelum berbicara tentang jabatan, Tuhan terlebih dahulu berbicara tentang kehidupan.
Menjadi pendeta adalah sebuah jabatan pelayanan, tetapi menjadi pelita adalah identitas setiap orang percaya.
Seorang pendeta yang tidak menjadi pelita hanya memiliki gelar.
Tetapi seorang pelita, sekalipun bukan pendeta, sedang memuliakan Allah.
I. ARTI MENJADI PELITA
Matius 5:14-16
"Kamu adalah terang dunia."
A. Pelita membawa terang
Terang mengusir gelap.
Gelap melambangkan:
- dosa
- kebencian
- kebohongan
- keputusasaan
- ketidakbenaran
Orang percaya dipanggil membawa terang Kristus ke tengah dunia.
Yohanes 8:12
"Akulah terang dunia."
Yesus adalah sumber terang.
Kita hanyalah pantulan terang Kristus.
Seperti bulan tidak memiliki cahaya sendiri tetapi memantulkan cahaya matahari, demikian juga orang percaya memantulkan kemuliaan Kristus.
B. Pelita memberi arah
Mazmur 119:105
"Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku."
Pelita membantu orang lain menemukan jalan.
Orang percaya menjadi teladan dalam:
- perkataan
- kejujuran
- kasih
- kesetiaan
- kekudusan
C. Pelita memberi harapan
Di tengah dunia yang gelap, orang percaya membawa pengharapan.
Filipi 2:15
"Bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia."
Orang yang hidup benar akan selalu menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Ilustrasi
Saat listrik padam, sebuah lilin kecil mampu menerangi seluruh ruangan. Cahaya lilin memang kecil, tetapi cukup untuk menghilangkan kegelapan. Demikian pula hidup seorang percaya. Mungkin kita bukan orang terkenal, tetapi kehidupan yang penuh kasih, kejujuran, dan kesetiaan dapat menjadi terang bagi banyak orang.
II. SAAT PENDETA TAK MENJADI PELITA
Gelar tidak otomatis menghasilkan terang.
Yesus paling keras menegur para pemimpin agama.
Matius 23:27
"Celakalah kamu... sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih."
Mereka tampak rohani di luar tetapi kosong di dalam.
Tanda-tandanya
A. Melayani untuk dihormati
Matius 23:5-7
Mereka senang dipuji manusia.
Pelayanan berubah menjadi panggung.
B. Berkhotbah tetapi tidak melakukannya
Matius 23:3
"Mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya."
Khotbah lebih tinggi daripada kehidupan.
Firman keluar dari mulut tetapi tidak terlihat dalam karakter.
C. Kehilangan kasih
1 Korintus 13:1-2
Tanpa kasih, pelayanan hanyalah bunyi yang kosong.
Pelayanan yang besar tanpa kasih tidak berarti di hadapan Tuhan.
D. Menjadi batu sandungan
Roma 2:24
"Nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa karena kamu."
Ketika pemimpin hidup tidak benar:
- jemaat kecewa
- orang meninggalkan gereja
- nama Tuhan dipermalukan
Pendeta dipanggil bukan hanya pandai berkhotbah, tetapi juga hidup yang layak diteladani.
Ilustrasi
Sebuah mercusuar tidak pernah berteriak memanggil kapal. Ia hanya terus memancarkan cahaya. Selama lampunya menyala, kapal-kapal menemukan arah yang benar. Sebaliknya, mercusuar yang gelap justru membahayakan banyak kapal. Demikian pula seorang pemimpin rohani. Jabatan tanpa kehidupan yang benar dapat menyesatkan banyak orang.
III. PENDETA YANG MENJADI PELITA
Pendeta sejati bukan hanya pandai berbicara tetapi hidupnya memuliakan Tuhan.
A. Menjadi teladan
1 Timotius 4:12
"Jadilah teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan dan kesucian."
Keteladanan lebih kuat daripada khotbah.
B. Menggembalakan dengan hati
1 Petrus 5:2-3
"Gembalakanlah kawanan domba Allah... jangan karena mau mencari keuntungan."
Pendeta adalah pelayan, bukan penguasa.
Yesus datang:
"Bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani."
(Markus 10:45)
C. Hidup sesuai Firman
Yakobus 1:22
"Jadilah pelaku Firman."
Firman yang hidup akan menghasilkan kehidupan yang hidup.
D. Memimpin kepada Kristus, bukan kepada diri sendiri
Yohanes 3:30
"Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."
Pelita tidak menarik perhatian kepada dirinya.
Pelita hanya membuat orang melihat Yesus.
Seorang pendeta sejati tidak mencari popularitas, tetapi membawa jemaat semakin mengenal Kristus.
Ilustrasi Penutup
Seorang anak kecil berjalan bersama ayahnya pada malam hari sambil membawa sebuah lentera. Orang bertanya, "Mengapa kamu membawa lentera kecil itu? Bukankah cahayanya tidak jauh?"
Anak itu menjawab, "Memang tidak jauh, tetapi cukup untuk langkah berikutnya."
Demikian pula hidup kita. Tuhan tidak meminta kita menjadi terang bagi seluruh dunia sekaligus. Tuhan hanya meminta agar kita setia menerangi lingkungan yang telah Ia percayakan kepada kita. Ketika setiap orang percaya menjadi pelita, dunia akan semakin terang.
Aplikasi
1. Bagi setiap orang percaya
Jangan mengejar gelar rohani lebih daripada mengejar kehidupan yang memuliakan Tuhan. Tuhan lebih dahulu melihat hati dan karakter daripada jabatan.
2. Bagi para pendeta dan pemimpin gereja
Biarlah hidup menjadi khotbah yang pertama. Jemaat bukan hanya mendengar apa yang disampaikan dari mimbar, tetapi juga memperhatikan bagaimana firman itu dijalani setiap hari.
3. Bagi jemaat
Dukung dan doakan para pemimpin rohani agar mereka tetap setia, rendah hati, dan menjadi terang di tengah dunia. Pada saat yang sama, ingatlah bahwa panggilan untuk menjadi pelita berlaku bagi setiap murid Kristus, bukan hanya bagi para pendeta.
Kesimpulan
Pertanyaan yang penting bukanlah:
"Apakah saya seorang pendeta?"
Tetapi:
"Apakah hidup saya menjadi pelita?"
Pendeta hanyalah sebuah jabatan pelayanan.
Pelita adalah panggilan hidup.
Jabatan dapat diberikan oleh manusia, tetapi terang hanya dapat dihasilkan oleh kehidupan yang tinggal di dalam Kristus.
"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
(Matius 5:16)
Kalimat penutup:
"Lebih mulia menjadi pelita tanpa gelar daripada memiliki gelar pendeta tetapi hidup dalam kegelapan. Namun yang paling indah adalah ketika seorang pendeta hidup sebagai pelita, sehingga melalui pelayanannya banyak orang melihat Kristus dan memuliakan Bapa di surga."