Nas: Ester 1:13
"Maka bertanyalah raja kepada orang-orang arif bijaksana, orang-orang yang mengetahui kebiasaan zaman – karena demikianlah biasanya masalah-masalah raja diurus di depan orang-orang yang mengetahui hukum dan peraturan."
Pendahuluan
Kita hidup di zaman yang terus berubah. Teknologi berkembang, cara berkomunikasi berubah, gaya hidup berubah, bahkan cara manusia memperoleh informasi juga berubah.
Sebagai orang percaya, kita tidak boleh anti terhadap perubahan, tetapi juga tidak boleh menelan semua perubahan tanpa pertimbangan.
Ada hal-hal dari zaman yang boleh kita ikuti, tetapi ada juga hal-hal yang harus kita tolak karena bertentangan dengan Firman Tuhan.
Karena itu, kita membutuhkan hikmat.
Ester 1:13 memperlihatkan bahwa Raja Ahasyweros ketika menghadapi persoalan tidak mengambil keputusan dengan sembarangan. Ia bertanya kepada orang-orang yang mengetahui kebiasaan dan hukum. Ini menunjukkan pentingnya pengetahuan, pertimbangan, dan hikmat dalam mengambil keputusan.
Bijak mengikuti zaman bukan berarti mengikuti semua yang sedang menjadi tren. Bijak mengikuti zaman berarti mampu menggunakan perkembangan zaman tanpa kehilangan kebenaran Firman Tuhan.
1. ARTI ORANG BIJAK
A. Orang bijak mampu membedakan yang benar dan yang salah
Orang bijak tidak hanya bertanya:
“Apakah ini sedang populer?”
Tetapi bertanya:
“Apakah ini benar di hadapan Tuhan?”
Tidak semua yang viral itu benar.
Tidak semua yang banyak dilakukan orang itu baik.
Tidak semua yang modern sesuai dengan kehendak Tuhan.
Amsal 14:8 berkata:
“Hikmat orang cerdik adalah mengerti jalannya...”
Orang bijak mempunyai kemampuan untuk mempertimbangkan arah hidupnya.
B. Orang bijak tidak mudah terbawa arus
Zaman mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap manusia.
Media sosial dapat memengaruhi cara berpikir.
Lingkungan dapat memengaruhi gaya hidup.
Teman dapat memengaruhi keputusan.
Tetapi orang bijak tidak berkata:
“Semua orang melakukannya, jadi saya juga harus melakukannya.”
Ia belajar mempertimbangkan semuanya berdasarkan kebenaran.
Roma 12:2 mengingatkan agar kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi mengalami pembaharuan budi.
C. Orang bijak mau belajar dan menerima nasihat
Dalam Ester 1:13, raja meminta pertimbangan orang-orang yang mengetahui hukum dan kebiasaan.
Ini memberikan prinsip penting:
Orang bijak tidak merasa dirinya selalu tahu.
Ia mau belajar.
Ia mau mendengar.
Ia mau bertanya.
Ia mau menerima nasihat yang benar.
Amsal 11:14:
“Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.”
D. Orang bijak menggunakan pengetahuan untuk mengambil keputusan
Pengetahuan tanpa hikmat dapat menjadi berbahaya.
Kita dapat mengetahui banyak hal melalui internet, tetapi belum tentu kita tahu bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut dengan benar.
Bijaksana berarti mampu mengubah pengetahuan menjadi keputusan yang benar.
2. SIKAP ORANG BIJAK TERHADAP ZAMAN
A. Orang bijak tidak menolak perkembangan zaman
Kita tidak perlu takut terhadap kemajuan teknologi.
Teknologi dapat digunakan untuk:
- belajar,
- bekerja,
- berkomunikasi,
- memberitakan Injil,
- memperoleh informasi,
- membantu pelayanan.
Masalahnya bukan semata-mata pada teknologinya.
Yang penting adalah bagaimana kita menggunakannya.
Handphone dapat menjadi alat berkat, tetapi dapat pula menjadi sumber pencobaan jika digunakan secara salah.
Internet dapat menjadi sumber pengetahuan, tetapi dapat pula membawa manusia kepada hal-hal yang merusak.
Prinsipnya:
Gunakan zaman sebagai alat, jangan biarkan zaman menjadi tuan atas hidup kita.
B. Orang bijak menyaring pengaruh zaman
Tidak semua budaya dan tren harus diterima.
Ada prinsip sederhana:
“Terima yang baik, tolak yang jahat.”
1 Tesalonika 5:21-22:
“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.”
Ini adalah prinsip yang sangat relevan bagi kehidupan masa kini.
Sebelum mengikuti sesuatu, tanyakan:
- Apakah sesuai dengan Firman Tuhan?
- Apakah membangun kehidupan rohani?
- Apakah membawa saya semakin dekat kepada Tuhan?
- Apakah memberikan teladan yang baik?
- Apakah saya dapat mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan?
C. Orang bijak tidak kehilangan identitasnya
Zaman boleh berubah.
Firman Tuhan tidak berubah.
Mode boleh berubah.
Teknologi boleh berubah.
Bahasa boleh berubah.
Cara berkomunikasi boleh berubah.
Tetapi nilai-nilai kebenaran Tuhan tetap menjadi dasar kehidupan.
Seperti Daniel yang hidup di Babel, ia berada di tengah budaya yang berbeda, tetapi tidak kehilangan identitasnya sebagai umat Allah.
Daniel 1:8:
“Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya...”
Daniel hidup mengikuti perkembangan lingkungan di sekitarnya, tetapi ia tidak mengikuti dosa lingkungan tersebut.
Prinsip:
Kita boleh hidup di zaman modern, tetapi jangan sampai hati kita menjadi milik zaman.
D. Orang bijak menggunakan kesempatan pada zamannya
Ada orang yang hanya melihat zaman sebagai ancaman.
Tetapi orang bijak melihat bahwa setiap zaman mempunyai kesempatan.
Media digital dapat menjadi sarana menyebarkan Firman Tuhan.
Teknologi dapat membantu pendidikan.
Komunikasi modern dapat memperluas pelayanan.
Karena itu kita perlu memiliki prinsip:
“Saya tidak harus mengikuti semua yang dilakukan zaman, tetapi saya harus menggunakan kesempatan yang diberikan zaman untuk melakukan kehendak Tuhan.”
3. HASIL SAAT SESEORANG BIJAK
A. Terhindar dari keputusan yang salah
Banyak masalah terjadi bukan karena seseorang tidak mempunyai pengetahuan, tetapi karena ia mengambil keputusan tanpa hikmat.
Orang bijak belajar berpikir sebelum bertindak.
Amsal 19:2:
“Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.”
Hikmat membuat kita tidak mudah mengambil keputusan hanya berdasarkan emosi atau tekanan lingkungan.
B. Hidup menjadi lebih terarah
Orang yang bijak mempunyai arah.
Ia tidak hidup hanya mengikuti:
- tren,
- teman,
- popularitas,
- keinginan daging,
- tekanan lingkungan.
Ia mempunyai prinsip.
Mazmur 119:105:
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Firman Tuhan menjadi kompas kehidupan.
C. Menjadi teladan bagi orang lain
Orang bijak bukan hanya menyelamatkan dirinya dari kesalahan, tetapi juga dapat menjadi teladan bagi orang lain.
Anak membutuhkan orang tua yang bijak.
Murid membutuhkan guru yang bijak.
Jemaat membutuhkan pemimpin yang bijak.
Generasi muda membutuhkan teladan yang bijak.
Karena itu, hidup kita harus dapat berkata:
“Saya hidup di zaman ini, tetapi saya tidak kehilangan nilai-nilai Kerajaan Allah.”
D. Dapat memanfaatkan zaman untuk kemuliaan Tuhan
Ini hasil yang paling penting.
Tujuan kita bukan sekadar menjadi orang modern.
Tujuan kita adalah menjadi orang percaya yang hidup benar di tengah zaman yang berubah.
Efesus 5:15-16:
“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada...”
Orang bijak tidak menyia-nyiakan zamannya.
Ia menggunakan kesempatan untuk:
Belajar → Bertumbuh → Melayani → Menjadi berkat → Memuliakan Tuhan.
ILUSTRASI: AIR DAN KAPAL
Bayangkan sebuah kapal berada di tengah laut.
Air laut berada di sekeliling kapal.
Kapal harus berada di dalam air supaya dapat bergerak menuju tujuan.
Tetapi ada satu hal yang tidak boleh terjadi:
Air tidak boleh masuk ke dalam kapal.
Kalau air masuk dan memenuhi kapal, kapal akan tenggelam.
Demikian juga dengan kehidupan kita.
Kita hidup di tengah dunia dan zaman yang terus berubah.
Kita tidak mungkin keluar dari dunia.
Kita menggunakan teknologi.
Kita berkomunikasi dengan manusia modern.
Kita bekerja dan belajar dalam perkembangan zaman.
Tetapi jangan sampai nilai-nilai dunia menguasai hati kita.
Kita harus berada di tengah zaman, tetapi jangan membiarkan zaman masuk dan menguasai kehidupan kita.
APLIKASI
1. Untuk orang tua
Jangan hanya melarang anak menggunakan teknologi.
Ajarkan mereka menggunakan teknologi dengan bijaksana.
Dampingi mereka.
Ajarkan mereka menyaring informasi.
Ajarkan mereka membedakan yang benar dan yang salah.
2. Untuk anak-anak dan generasi muda
Jangan mengikuti sesuatu hanya karena sedang viral.
Sebelum mengikuti tren, tanyakan:
“Apakah ini menyenangkan hati Tuhan?”
Popularitas hanya sementara, tetapi karakter menentukan masa depan.
3. Untuk jemaat
Jangan menjadi orang Kristen yang takut terhadap perubahan.
Belajarlah menggunakan perkembangan zaman untuk:
- belajar Firman Tuhan,
- membangun hubungan,
- melayani,
- memberitakan Injil,
- menjadi berkat.
4. Untuk semua orang percaya
Sebelum mengikuti sesuatu, saring dengan Firman Tuhan.
Bukan:
“Apa kata orang?”
Tetapi:
“Apa kata Firman Tuhan?”
Bukan:
“Apa yang sedang tren?”
Tetapi:
“Apakah ini benar di hadapan Tuhan?”
PENUTUP
Saudara-saudara,
Zaman terus berubah, tetapi Tuhan tidak berubah.
Kita tidak dipanggil untuk melarikan diri dari zaman, tetapi untuk hidup benar di tengah zaman.
Ester 1:13 mengajarkan pentingnya pertimbangan dan hikmat sebelum mengambil keputusan.
Karena itu:
Jadilah orang yang bijak!
Bijak dalam berpikir.
Bijak dalam memilih.
Bijak dalam menggunakan teknologi.
Bijak dalam mengikuti perkembangan zaman.
Bijak dalam mengambil keputusan.
Tetapi yang terutama:
Jangan biarkan zaman menentukan siapa kita. Biarlah Firman Tuhan menentukan siapa kita.
Kalimat penutup:
“Orang bijak bukanlah orang yang mengikuti semua perkembangan zaman, tetapi orang yang mampu menggunakan perkembangan zaman tanpa meninggalkan kebenaran Tuhan.”
Kiranya Tuhan menolong kita menjadi orang-orang percaya yang bijak—hidup di zaman kita, memahami zaman kita, menggunakan kesempatan zaman kita, tetapi tetap berdiri teguh di atas Firman Tuhan. Amin.