Nats: 2 Raja-raja 5:14
"Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak, dan ia menjadi tahir."
Pendahuluan
Setiap orang ingin mengalami pemulihan. Ada yang membutuhkan pemulihan kesehatan, keluarga, ekonomi, pelayanan, maupun hubungan dengan Tuhan. Namun banyak orang menginginkan hasil pemulihan tanpa mau memulai dengan ketaatan.
Kisah Naaman mengajarkan bahwa pemulihan selalu diawali dengan ketaatan kepada firman Tuhan, bukan kepada logika atau perasaan manusia.
I. Ketaatan Dimulai Saat Firman Tuhan Terasa Tidak Masuk Akal
Naaman adalah panglima besar Aram (Siria, Suriah sekarang). Ia memiliki jabatan/kekuasaan, kehormatan, dan kekayaan. Ia gagah perkasa dan selalu menang di Medan pertempuran. Namun semua itu tidak mampu menyembuhkan penyakit kustanya (2 Raja-raja 5:1)
Ketika Elisa menyuruhnya mandi tujuh kali di Sungai Yordan, Naaman marah. (2 Raja-raja 5:10-12)
Mengapa?
- Menurut Naaman Sungai Yordan dianggap keruh di negeri musuh
- Ia berharap Elisa datang menyambutnya dengan upacara besar.
- Ia merasa harga dirinya direndahkan.
Sering kali Tuhan memberi jalan yang sederhana, tetapi manusia menginginkan sesuatu yang besar dan spektakuler.
Pelajaran
Ketaatan bukan dimulai ketika kita mengerti semuanya. Ketaatan dimulai ketika kita percaya kepada Tuhan.
Amsal 3:5-6 "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu..."
II. Ketaatan Menuntut Kerendahan Hati
Pertama: Seorang anak perempuan budak (tawanan) dari Israel yang menjadi pelayan di rumah Naaman menyarankan agar dia pergi menghadap seorang nabi di Samaria. Dan akhirnya Naaman meminta izin kepada raja untuk pergi ke Israel (2 Raja-raja 5:2-5).
Walaupun saran itu datang dari budak Naaman mau taat.
Kedua: Pegawai-pegawainya berkata:
"Seandainya nabi itu menyuruh melakukan perkara yang sukar..." (2 Raja-raja 5:13)
Akhirnya Naaman mau merendahkan diri. Ia yang biasanya memberi perintah kepada pegawainya, sekarang justru menerima nasihat dari bawahannya. Kesombongan sering menjadi penghalang pemulihan.
Tuhan lebih mudah memulihkan hati yang rendah daripada hati yang keras.
Yakobus 4:6 "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
III. Ketaatan yang Tuntas Menghasilkan Pemulihan
Alkitab berkata:
"Ia membenamkan dirinya tujuh kali..." (2 Raja-raja 5:14)
Mengapa tujuh kali? Angka tujuh dalam Alkitab sering melambangkan kesempurnaan (bandingkan Maz. 12:6, Yos. 6:4).
Bayangkan:
- Setelah satu kali belum sembuh.
- Dua kali belum sembuh.
- Lima kali belum sembuh.
- Enam kali belum sembuh.
Bagaimana kalau Naaman berhenti di pembenaman keenam? Ia tidak akan mengalami mukjizat. Banyak orang berhenti taat sebelum Tuhan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Ketaatan yang setengah-setengah tidak menghasilkan pemulihan yang sempurna.
Galatia 6:9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik..."
IV. Ketaatan Tidak Hanya Memulihkan Perkara Jasmani tetapi Rohani
Setelah sembuh, Naaman berkata:
"Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel." (2 Raja-raja 5:15)
Mukjizat terbesar bukanlah kulitnya yang sembuh. Mukjizat terbesar adalah hatinya yang mengenal Tuhan. Ia sadar dengan kesalahannya selama ini ikut bersama Raja Benhadad menyembah di kuil Rimon (2 Raja-raja 5:18). Pemulihan sejati selalu membawa manusia semakin dekat kepada Allah.
Ilustrasi
Seorang Pasien dan Dokter
Seorang pasien datang kepada dokter dengan penyakit serius.
Dokter berkata,
"Minumlah obat ini tiga kali sehari selama tujuh hari terus datang lagi"
Setelah obatnya habis ia datang kembali.
Dokter kembali memberi obat sebulan dan berkata:
Tetaplah minum obat ini tiga kali sehari. Bulan depan kita bertemu lagi.
Pasien itu kebingungan, kok banyak kali obatnya? Apakah penyakitku ini sangat serius tanyanya dalam hati. Tetapi ia taat pada apa yang dikatakan dokter.
Sebulan kemudian pasien datang kembali dan bertanya dengan serius.
Dokter, apa sebenarnya penyakit saya? Kok obatnya banyak sekali, berwarna-warni lagi.
Dokter: Itu bukan obat pak, itu adalah vitamin dan sebagian permen. Sebab sesungguhnya masalah bapak adalah kekurangan minum air putih, sekarang bapak normal, karena sudah teratur minum air putih setiap hari.
Ketaatan seorang pasien membawa pemulihan baginya.
Firman-Nya selalu benar.
Namun sering kali manusialah yang berhenti taat di tengah jalan.
Aplikasi
1. Taatlah meskipun belum mengerti.
Tidak semua perintah Tuhan dapat dipahami sekarang.
Iman mendahului pengertian.
2. Jangan biarkan kesombongan menghalangi berkat.
Belajarlah menerima teguran.
Belajarlah menerima nasihat.
Tuhan sering memakai orang sederhana untuk menolong kita.
3. Tetaplah taat sampai akhir.
Jangan berhenti berdoa.
Jangan berhenti melayani.
Jangan berhenti mengampuni.
Jangan berhenti setia beribadah.
Karena pemulihan sering terjadi ketika kita tetap taat sampai akhir.
4. Percayalah bahwa Tuhan sanggup memulihkan semua aspek kehidupan.
- Pemulihan keluarga
- Pemulihan pelayanan
- Pemulihan ekonomi
- Pemulihan hubungan
- Pemulihan iman
- Pemulihan karakter
Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Kesimpulan
Kisah Naaman mengajarkan bahwa:
- Ketaatan lebih penting daripada logika.
- Kerendahan hati membuka jalan pemulihan.
- Ketaatan yang tuntas mendatangkan mukjizat.
- Pemulihan terbesar adalah hidup yang kembali mengenal Tuhan.
Kalimat penutup:
"Pemulihan bukan dimulai ketika keadaan berubah, tetapi ketika hati memilih untuk taat kepada Tuhan."
Ayat Penutup
Yesaya 1:19
"Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu."