“Sekarang tentang karunia-karunia Roh, aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya.”
(1 Korintus 12:1)
PENDAHULUAN
Setiap orang percaya memiliki tempat dan fungsi dalam pekerjaan Tuhan. Tidak ada seorang pun yang diselamatkan hanya untuk menjadi penonton di dalam gereja. Tuhan menyelamatkan kita supaya kita dapat melayani-Nya dan menjadi berkat bagi orang lain.
Dalam 1 Korintus 12, Rasul Paulus berbicara secara khusus mengenai karunia-karunia Roh. Menarik bahwa Paulus berkata: “Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui...”
Artinya, mengetahui karunia Roh bukanlah sesuatu yang tidak penting. Orang percaya perlu memahami bahwa Roh Kudus memberikan kemampuan rohani tertentu untuk dipakai dalam pelayanan.
Karena itu, pertanyaan penting bagi kita adalah:
“Karunia apa yang Tuhan berikan kepada saya?”
Jangan sampai kita sudah lama menjadi orang Kristen, aktif di gereja, tetapi belum mengetahui apa yang Tuhan percayakan kepada kita.
Hari ini kita akan melihat tiga hal:
- Arti Karunia Roh
- Cara Mengetahui Karunia Roh Dalam Diri Kita
- Tujuan Karunia Roh Dalam Diri Kita
I. ARTI KARUNIA ROH
Karunia Roh adalah kemampuan atau pemberian khusus yang diberikan oleh Roh Kudus kepada orang percaya untuk dipakai dalam pelayanan dan membangun tubuh Kristus.
Karunia Roh bukanlah sesuatu yang kita hasilkan dengan kekuatan sendiri. Karunia adalah pemberian Allah.
1. Karunia Roh berasal dari Roh Kudus
1 Korintus 12:4 berkata:
“Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.”
Jadi, sumber karunia rohani bukan manusia, bukan pendidikan, bukan jabatan gereja, tetapi Roh Kudus.
Seseorang mungkin memiliki kemampuan berbicara yang baik, kemampuan mengajar, kemampuan memimpin, kemampuan menolong, atau kemampuan lainnya. Namun, karunia rohani harus dipahami sebagai pemberian Allah yang dipakai untuk tujuan-Nya.
2. Karunia Roh berbeda-beda
Tidak semua orang mempunyai karunia yang sama.
1 Korintus 12:11:
“Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.”
Ada yang menerima karunia mengajar, ada yang melayani, ada yang memberi, ada yang memimpin, ada yang menunjukkan kemurahan, dan sebagainya.
Roma 12:6:
“Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan sesuai dengan kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita.”
Jadi, jangan iri terhadap karunia orang lain.
Jangan berkata:
“Mengapa saya tidak seperti dia?”
Sebaliknya katakan:
“Tuhan, apa yang Engkau berikan kepada saya dan bagaimana saya dapat menggunakannya bagi kemuliaan-Mu?”
3. Karunia bukan untuk kebanggaan pribadi
Karunia Roh bukan diberikan supaya seseorang menjadi terkenal.
Karunia bukan alasan untuk berkata:
“Saya lebih hebat daripada orang lain.”
Karunia adalah kepercayaan Tuhan.
Semakin besar karunia yang Tuhan berikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk menggunakannya dengan benar.
Ayat pendukung
1 Petrus 4:10
“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”
Perhatikan kata “pengurus.”
Kita bukan pemilik karunia. Kita adalah pengelola karunia yang Tuhan berikan.
II. CARA MENGETAHUI KARUNIA ROH DALAM DIRI KITA
Pertanyaan berikutnya adalah:
Bagaimana saya mengetahui karunia Roh yang Tuhan berikan kepada saya?
Kita tidak perlu menebak-nebak. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan.
1. Mengenal Firman Tuhan
Karunia Roh harus dipahami berdasarkan Firman Tuhan.
Kita tidak boleh menentukan karunia hanya berdasarkan perasaan atau keinginan pribadi.
Roma 12:2 berkata:
“Berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Semakin kita mengenal Firman Tuhan, semakin kita belajar mengenal kehendak Tuhan.
Karena itu, orang yang ingin mengetahui karunianya harus dekat dengan Alkitab.
2. Berdoa dan meminta hikmat Tuhan
Yakobus 1:5 berkata:
“Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia meminta kepada Allah...”
Kita dapat berkata:
“Tuhan, tunjukkan kepadaku apa yang Engkau percayakan kepadaku.”
Mintalah Tuhan membuka mata kita terhadap kemampuan yang sudah Tuhan berikan.
3. Mulai melayani
Kadang-kadang seseorang tidak akan mengetahui karunianya sebelum dia mulai melayani.
Misalnya:
- Mulai mengajar anak-anak, ternyata ia mampu menjelaskan Firman dengan baik.
- Mulai mengunjungi orang yang sakit, ternyata ia memiliki hati yang kuat untuk menghibur.
- Mulai membantu pekerjaan gereja, ternyata ia memiliki kemampuan melayani yang besar.
- Mulai memimpin kelompok kecil, ternyata ia mampu mengarahkan dan membangun orang lain.
Karena itu, jangan menunggu mengetahui karunia baru mau melayani.
Sering kali, ketika kita mulai melayani, Tuhan justru memperlihatkan karunia yang ada dalam diri kita.
4. Perhatikan buah pelayanan
Matius 7:16 berkata:
“Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.”
Perhatikan apa yang terjadi ketika kita melayani.
Apakah orang lain diberkati?
Apakah pelayanan tersebut membangun iman orang lain?
Apakah Tuhan memakai kita untuk menolong orang lain?
Kesaksian orang lain juga dapat membantu kita mengenali karunia yang Tuhan berikan.
Kadang-kadang kita tidak menyadari kemampuan kita sendiri, tetapi orang lain melihatnya.
5. Jangan membandingkan diri dengan orang lain
1 Korintus 12:18 berkata:
“Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.”
Tuhan tidak meminta kita menjadi orang lain.
Tuhan meminta kita menjadi pribadi yang Tuhan kehendaki.
Karunia bukan untuk dibandingkan, tetapi untuk digunakan.
III. TUJUAN KARUNIA ROH DALAM DIRI KITA
Mengapa Tuhan memberikan karunia Roh?
Karunia Roh bukan sekadar supaya kita merasa istimewa. Ada tujuan yang lebih besar.
1. Untuk membangun tubuh Kristus
1 Korintus 12:12 berkata:
“Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak... demikian pula Kristus.”
Gereja adalah tubuh Kristus.
Setiap orang percaya mempunyai fungsi.
Ada yang seperti tangan, ada yang seperti kaki, ada yang seperti mata, ada yang seperti telinga. Semuanya berbeda, tetapi semuanya penting.
Efesus 4:12 menjelaskan bahwa pelayanan diberikan:
“untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.”
Jadi karunia kita harus membuat gereja semakin kuat, semakin dewasa, dan semakin bertumbuh.
2. Untuk melayani dan memberkati orang lain
Karunia tidak boleh berhenti pada diri kita sendiri.
1 Petrus 4:10 berkata:
“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang...”
Karunia yang Tuhan berikan kepada kita sebenarnya dapat menjadi jawaban Tuhan bagi kebutuhan orang lain.
Mungkin Tuhan memberi kita kemampuan mengajar karena ada orang yang membutuhkan pengajaran.
Mungkin Tuhan memberi kita kemampuan menghibur karena ada orang yang sedang mengalami kesusahan.
Mungkin Tuhan memberi kita kemampuan memimpin karena ada pelayanan yang membutuhkan pemimpin.
Mungkin Tuhan memberi kita kemurahan hati karena ada orang yang membutuhkan pertolongan.
3. Untuk memuliakan Tuhan
Tujuan tertinggi dari semua karunia adalah kemuliaan Tuhan.
1 Korintus 10:31:
“Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”
Jadi pertanyaannya bukan:
“Bagaimana supaya saya terkenal melalui karunia saya?”
Tetapi:
“Bagaimana melalui karunia saya Tuhan semakin dimuliakan?”
Karunia yang besar tanpa kerendahan hati dapat menjadi sumber kesombongan.
Tetapi karunia yang digunakan dengan kasih dan kerendahan hati akan menjadi berkat bagi banyak orang.
ILUSTRASI: KUNCI YANG DIBERIKAN TUAN RUMAH
Bayangkan seseorang memberikan sebuah kunci kepada seorang pemuda.
Pemuda itu menerima kunci tersebut dan menyimpannya di dalam saku.
Setiap hari ia membawa kunci itu.
Ketika ditanya:
“Untuk apa kunci itu?”
Ia menjawab:
“Saya tidak tahu. Yang penting saya memilikinya.”
Padahal kunci tersebut diberikan untuk membuka sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat banyak perlengkapan yang dibutuhkan untuk menolong orang lain.
Demikian juga dengan karunia Roh.
Tuhan memberikan karunia kepada kita bukan supaya hanya disimpan, tetapi supaya digunakan.
Ada orang yang mempunyai karunia mengajar tetapi tidak pernah mengajar.
Ada yang mempunyai karunia menolong tetapi tidak mau terlibat dalam pelayanan.
Ada yang mempunyai kemampuan memimpin tetapi takut mengambil tanggung jawab.
Ada yang mempunyai hati untuk menghibur tetapi tidak pernah mendekati orang yang sedang mengalami kesusahan.
Karunia yang tidak digunakan seperti kunci yang tidak pernah dipakai.
Karena itu, jangan hanya bertanya:
“Apa karunia saya?”
Tetapi lanjutkan dengan pertanyaan:
“Tuhan, untuk siapa karunia ini harus saya gunakan?”
APLIKASI
1. Kenali karunia yang Tuhan berikan
Luangkan waktu untuk berdoa dan mengevaluasi diri.
Tanyakan:
- Apa yang Tuhan berikan kepada saya?
- Dalam pelayanan apa saya dapat melayani dengan baik?
- Apa yang sering Tuhan pakai melalui hidup saya?
- Apa yang orang lain lihat dalam diri saya?
2. Jangan iri terhadap karunia orang lain
Jangan berkata:
“Saya ingin seperti dia.”
Belajarlah berkata:
“Saya bersyukur atas karunia yang Tuhan berikan kepada saya.”
Tuhan tidak membutuhkan kita menjadi orang lain.
Tuhan membutuhkan kita setia dengan apa yang telah Dia percayakan.
3. Gunakan karunia untuk melayani
Jangan menjadi penonton dalam gereja.
Terlibatlah.
Mulailah dari hal yang sederhana.
Melayani tidak harus menunggu menjadi hebat.
Kesetiaan dalam perkara kecil dapat menjadi jalan bagi Tuhan untuk mempercayakan perkara yang lebih besar.
4. Gunakan karunia dengan kasih
1 Korintus 13 mengingatkan bahwa semua pelayanan harus dilakukan dengan kasih.
Karunia tanpa kasih dapat menjadi sesuatu yang kosong.
Karena itu:
Karunia + kasih = pelayanan yang menjadi berkat.
5. Jangan mencari kemuliaan diri
Ketika Tuhan memakai kita, jangan mengambil kemuliaan yang menjadi milik Tuhan.
Katakan:
“Tuhan, semua ini berasal dari-Mu, untuk-Mu, dan bagi kemuliaan-Mu.”
PENUTUP
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
1 Korintus 12:1 berkata:
“Tentang karunia-karunia Roh... aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui...”
Tuhan ingin kita mengetahui karunia yang telah diberikan-Nya.
Hari ini kita telah melihat tiga hal:
1. Arti Karunia Roh
Karunia Roh adalah pemberian Roh Kudus kepada orang percaya untuk digunakan dalam pelayanan.
2. Cara Mengetahui Karunia Roh Dalam Diri Kita
Kita mengenalnya melalui Firman Tuhan, doa, keterlibatan dalam pelayanan, memperhatikan buah pelayanan, dan nasihat orang percaya lainnya.
3. Tujuan Karunia Roh Dalam Diri Kita
Karunia diberikan untuk membangun tubuh Kristus, melayani dan memberkati orang lain, serta memuliakan Tuhan.
Karena itu, jangan berkata:
“Saya tidak punya apa-apa untuk diberikan kepada Tuhan.”
Jika kita adalah milik Kristus, Tuhan telah mempercayakan sesuatu kepada kita.
Mungkin bukan karunia yang sama seperti orang lain.
Mungkin tidak terlihat besar.
Tetapi setiap karunia memiliki tempat dalam tubuh Kristus.
Jangan iri terhadap karunia orang lain.
Jangan menyimpan karunia yang Tuhan berikan.
Jangan menggunakan karunia untuk mencari pujian.
Tetapi kenalilah, kembangkanlah, dan gunakanlah karunia itu untuk melayani.
Karena karunia Roh bukan diberikan untuk kebanggaan kita, tetapi untuk pelayanan kita dan kemuliaan Tuhan.
Kalimat penutup:
“Kenali karuniamu, gunakan karuniamu, dan muliakan Tuhan melalui karuniamu.”

No comments:
Post a Comment