Nas: Yohanes 19:18
"Di situ mereka menyalibkan Dia dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya." (Yohanes 19:18)
Pendahuluan
Bukit Golgota memperlihatkan sebuah pemandangan yang sangat sederhana, tetapi mengandung makna rohani yang sangat dalam. Di sana berdiri tiga salib, bukan satu.
Ketiga salib itu menggambarkan tiga respons manusia terhadap Yesus Kristus. Ketiganya sama-sama dekat dengan Yesus, sama-sama mendengar perkataan-Nya, sama-sama menyaksikan penderitaan-Nya. Namun akhirnya berbeda.
Sampai hari ini, di gereja pun masih ada tiga tipe orang Kristen yang digambarkan melalui tiga salib tersebut.
I. Salib di Tengah
Yesus Kristus: Gambaran Orang Kristen Sejati
Yesus adalah pusat keselamatan. Ia bukan hanya sekedar mati untuk manusia, tetapi juga hidup sebagai teladan bagi manusia. Salib Kristus melambangkan Kristen yang sejati.
Ciri Kristen sejati:
1. Menjadikan Kristus sebagai pusat hidup
"Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku."
(Galatia 2:20)
2. Hidup dalam ketaatan (Filipi 2:8)
Taat sekalipun harus menderita.
3. Mengampuni ("Lukas 23:34")
Kristen sejati tidak menyimpan dendam.
4. Hidup untuk menyelamatkan orang lain (Markus 10:45)
Orang Kristen sejati tidak hidup hanya untuk dirinya.
Intinya:
Kristen sejati bukan sekadar memiliki salib di leher, tetapi memikul salib setiap hari (Lukas 9:23).
II. Salib Sebelah Kanan
Dismas: Orang Kristen yang Menunda Bertobat
Tradisi gereja menyebut penjahat yang bertobat sebagai Santo Dismas. Alkitab sendiri tidak menyebut namanya, tetapi mencatat pertobatannya (Lukas 23:39–43).
Ia baru percaya ketika hidupnya hampir selesai.
Hal-hal yang dilakukan Dismas
1. Mengakui dosanya
"Kita memang selayaknya dihukum." (Lukas 23:41)
Pertobatan selalu diawali dengan pengakuan dosa.
2. Mengakui Yesus tidak berdosa
Ia melihat sesuatu yang tidak dilihat banyak orang.
3. Memohon belas kasihan Tuhan
"Yesus, ingatlah akan aku..." (Lukas 23:42)
4. Diselamatkan oleh kasih karunia
"Hari ini juga engkau bersama-sama dengan Aku di Firdaus." (Lukas 23:43)
Gambaran orang Kristen tipe kedua
- Percaya kepada Tuhan tetapi selalu menunda pertobatan.
- Menunda baptisan.
- Menunda pelayanan.
- Menunda hidup kudus.
- Menunda memperbaiki hubungan.
Mereka berkata:
"Nanti kalau sudah tua."
"Nanti kalau pensiun."
"Nanti kalau sudah mapan (kaya)."
"Nanti kalau anak-anak sudah besar."
Padahal tidak seorang pun tahu kapan hidupnya berakhir.
Ayat Pendukung
Ibrani 3:15 "Pada hari ini..."
2 Korintus 6:2 "Sekarang adalah waktu penyelamatan."
Pelajaran penting
Dismas menunjukkan bahwa tidak pernah terlambat untuk bertobat, tetapi jangan menjadikan kisahnya sebagai alasan untuk terus menunda.
Seorang penulis berkata:
"Hanya ada satu penjahat yang bertobat di kayu salib supaya tidak ada seorang pun yang putus asa. Tetapi hanya satu, supaya tidak ada seorang pun yang menunda."
III. Salib Sebelah Kiri
Gestas: Orang Kristen Hanya Sebatas Identitas
Tradisi gereja menyebut penjahat yang tidak bertobat sebagai Gestas. Nama ini juga tidak disebut dalam Alkitab, tetapi sikapnya dicatat (Lukas 23:39).
Yang Dialami Gestas
Ia dekat dengan Yesus, melihat mujizat, mendengar perkataan Yesus. Namun tidak pernah percaya, bahkan mengejek/merendahkan.
Gambaran Kristen tipe ketiga
Mereka memiliki identitas Kristen tetapi tidak memiliki hubungan dengan Kristus.
- Lahir dari keluarga Kristen.
- Dibaptis.
- Memiliki KTP Kristen.
- Anggota gereja dan pergi ke gereja.
- Tetapi hidupnya tidak berubah.
Yesus berkata:
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan..." (Matius 7:21)
Yakobus berkata: "Iman tanpa perbuatan adalah mati." (Yakobus 2:17)
Paulus berkata:
"Mereka mengaku mengenal Allah tetapi dengan perbuatannya mereka menyangkal Dia." (Titus 1:16)
Mereka dekat dengan gereja tetapi jauh dari Tuhan.
Perbandingan Ketiga Salib
| Yesus | Dismas | Gestas |
|---|---|---|
| Juruselamat | Bertobat di akhir hidup | Tidak bertobat |
| Taat | Menunda tetapi akhirnya percaya | Menolak sampai akhir |
| Memberi hidup | Menerima hidup | Kehilangan hidup |
| Teladan orang percaya | Kristen yang terlambat bertobat | Kristen hanya identitas |
Ilustrasi
Seorang guru memiliki tiga murid.
Murid pertama mengerjakan tugas tepat waktu dengan sungguh-sungguh. Ia menjadi teladan bagi teman-temannya.
Murid kedua terus berkata, "Besok saya kerjakan." Akhirnya, menjelang batas waktu, ia menyelesaikannya dengan terburu-buru. Ia tetap lulus, tetapi kehilangan banyak kesempatan belajar.
Murid ketiga tidak pernah mengerjakan tugas sama sekali. Ia tetap datang ke sekolah dan mengenakan seragam, tetapi tidak pernah memenuhi tanggung jawabnya sebagai murid.
Demikian pula kehidupan rohani. Ada yang sungguh-sungguh mengikuti Kristus, ada yang terus menunda sampai akhirnya bertobat, dan ada yang hanya memiliki identitas tanpa ketaatan.
Aplikasi
1. Jadilah orang Kristen yang berpusat pada Kristus.
Jangan hanya mengaku Kristen, tetapi hiduplah seperti Kristus.
"Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (1 Yohanes 2:6)
2. Jangan menunda pertobatan.
Jika ada dosa yang harus diakui, lakukan hari ini.
Jika ada pelayanan yang harus dimulai, mulailah sekarang.
Jika ada pengampunan yang harus diberikan, berikanlah sekarang.
3. Periksa kembali iman kita.
Apakah saya hanya memiliki identitas Kristen, atau sungguh-sungguh menjadi murid Kristus?
Kekristenan bukan sekadar status, melainkan relasi yang menghasilkan ketaatan.
Penutup
Di Golgota hanya ada tiga salib, tetapi ketiganya menggambarkan seluruh umat manusia.
- Salib di tengah mengundang kita untuk mengikuti Kristus dengan sungguh-sungguh.
- Salib di sebelah kanan mengingatkan bahwa kasih karunia Allah masih terbuka, tetapi jangan pernah menunda pertobatan.
- Salib di sebelah kiri memperingatkan bahwa kedekatan secara lahiriah dengan Yesus tidak menjamin keselamatan tanpa iman yang sejati.
Pertanyaan penutup untuk jemaat:
Jika kita berdiri di bawah tiga salib Golgota hari ini, salib yang manakah paling menggambarkan keadaan hidup kita? Apakah kita hidup sebagai pengikut Kristus yang sejati, sebagai orang yang terus menunda ketaatan, atau hanya sebagai orang Kristen dalam nama tanpa benar-benar mengikut Dia?
No comments:
Post a Comment