Saturday, November 5, 2022

Pribadi yang Konsisten

 

Thema            : Pribadi yang Konsisten

Nats                : Dan. 1:8

Oleh                : Pdt. Nelson Sembiring, M. Th.

A.        PENDAHULUAN

Sebuah batu yang setiap hari tekena tetesan air hujan lambat laun terkikis dan berubah bentuknya. Artinya oleh karena proses alam segala sesuatu bisa mengalami perubahan. Seleksi alam akan terus berjalan dalam setiap sesi kehidupan. Secara rohani mausia juga bisa mengalami erosi dan semua akan diuji oleh waktu. Dibutuhkan suatu perjuangan iman dalam menjalani kehidupan sehingga kita menjadi pribadi yang konsisten. Tarikan dan dorongan, tekanan dan tempaan akan memurnikan apakah kita kerang mutiara atau kerang rebus. Sebab untuk menjadi kerang bermutiara membutuhkan satu perjuangan. Mari menjadi pribadi yang konsisten.

 

B.        ISI

1.      Arti Konsisten

a.       Dalam KBBI: tetap, tidak berubah-ubah, taat asas, atau ajek.

b.      Teologis : Memiliki sikap yang tetap dan tegas untuk sesuatu yang diyakini (Dan. 1:8)

 

2.      Contoh Pribadi yang tidak konsisten dalam Alkitab.

a.       Ananias dan Safira (Kis. 5:2). Bahwa apa yang mereka sepakati di awal akhirnya berubah ditengah jalan.

b.      Yudas Iskariot. Saat melihat uang maka ia menjual imannya (Luk. 22:5). Tetapi saat melihat penderitaan Yesus maka ia melemparkan uang tersebut bahkan menggantung dirinya (Mat. 27:5).

c.       Isteri Ayub (Ayub 2:9). Ketika hidup Ayub dan keluarganya diberkati Tuhan maka isterinya mendampinginya dengan setia, tetapi saat masalah datang bertubi-tubi isteri Ayub meminta Ayub untuk mengutuki Tuhan.

d.      Bileam. Melihat upah yang besar dari Raja Balak (Bil. 22:18) maka Bileam mau menyerapah (mengutuk) bangsa Israel sehingga ia memaksa keledainya untuk terus berjalan (ay. 23). Tetapi akhirnya Bileam memberkati Israel (Bil. 23:11).   

 

3.      Contoh Pribadi yang konsisten dalam Alkitab

a.       Yusuf. Hari ke hari isteri Fotifar membujuk Yusuf untuk tidur dengannya (Kej. 39:10). Tetapi Yusuf berkata: ”Bagaimana mungkin aku melakukan kejahatan besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah” (Kej. 39:9)

b.      Daniel, dkk. Berulangkali utusan raja Nebukadnezar datang menawarkan santapan raja untuk mereka nikmati, tetapi mereka berketetapan untuk tidak menyantap makanan itu (Dan. 1:8).

c.       Ester. Ester diminta Mordhekai untuk menghadap Raja Ahasyweros untuk bermohon agar bangsa Yahudi tidak dimusnahkan. Karena ada satu aturan bahwa menghadap raja tanpa dipanggil maka bisa berakhir hukuman mati maka setelah berpuasa 3 hari 3 malam Ester dengan berani menghadap raja (Est. 4:16)

d.      Ayub. Ketika semua harta habis, anak-anak binasa, sahabat-sahabat menjauh bahkan isteri tidak setia, Ayub tetap memilih bertahan di hadapan Tuhan.

4.      Prinsip hidup pribadi yang konsisten.

a.       Yusuf : “Kejahahatan orang lain jadi berkat bagi orang percaya” (Kej. 50:20)

b.      Daniel : “Walaupun Tuhan tak menolong kami maka IA tetaplah Tuhanku” (Dan. 3:17-18)

c.       Ester : ”Mati di jalan Tuhan adalah kebahagiaan” (Est. 4:16)

d.      Ayub: “Aku datang ke dunia telanjang maka aku akan kembali dengan telanjang” (Ayub 1:21)

 

C.        KESIMPULAN

Mari terus berjuang agar menjadi pribadi yang konsisten. Pribadi yang konsisten bukan mereka yang tak pernah berbuat salah tetapi mereka yang terus berjuang hidup di jalan Tuhan. Pribadi yang konsisten akan terus setia dan mengakhiri perjuangan dengan kemenangan. Tuhan Yesus memberkati.

Pengharapan akan kedatangan Kristus

 

Thema            : Pengharapan akan kedatangan Kristus

Nats                : Yes. 51:1-11

Oleh                : Pdt. Nelson Sembiring, M. Th.

A.        PENDAHULUAN

Ketika kita berada dalam situasi yang sulit maka satu hal yang kita harapkan yaitu datang sebuah pertolongan. Situasi tersulit dalam hidup ini bukanlah perkara jasmani. Hal yang menjadi masalah utama manusia bukanlah perkara kebutuhan sehari-hari. Masalah terbesar manusia dulu dan hari ini adalah saat manusia hidup terpisah dari kasih Allah. Dosa telah memisahkan manusia dari Allah. Dosa akan mengantarkan manusia kepada kebinasaan. Maka kedatangan Kristus adalah satu-satunya pengharapan manusia untuk lepas dari masalah besar tersebut. Yesus berkata: Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yoh. 10:10). Mari sambut Kristus yang akan lahir, jika dulu IA lahir di kota Daud maka biarkan hari ini IA lahir dihati kita menjadi pengharapan dalam kehidupan kita.

 

B.        ISI

1.      Arti Pengharapan

a.       Secara Praktis menurut KBBI: Pengharapan adalah sesuatu yang diharapkan terjadi.

b.      Secara Teologis: Pengharapan dalam bahasa ibrani disebut Migveh yang artinya sangat menantikan. Dalam bahasa Yunani disebut Elpis yang artinya menantikan yang baik. Apakah hal yang sangat dinantikan manusia? Apakah hal baik yang dinantikan manusia? “kepada-Kulah pulau-pulau menanti-nanti, perbuatan tanganKu mereka harapkan” (Yes. 51:5). Bahwa manusia yang terbelenggu dosa sangat mengharapkan keselamatan yang datang dari Bapa disorga.  

2.      Mengapa manusia mengharapkan kedatangan Kristus?

a.       Karena dunia sedang menuju kebinasaan (ay. 6). Bahwa dunia sebagai tempat kita hidup semakin hari semakin buruk keadaanya. Dan dunia yang menunjuk kepada manusia yang hidup didalamnya sedang lenyap dengan segala keinginanya (1 Yoh. 2:17). Dunia sebagai tempat pasti akan berakhir dan berganti dunia yang baru, tetapi manusia yang tinggal di dalamnya akan beroleh kehidupan kekal lewat kedatangan Kristus.

b.      Karena semua manusia menuju kematian (ay. 6). Semua manusia yang hidup sedang menuju garis akhir kehidupan itulah kematian. Kematian jasmani adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, baik orang tidak percaya juga orang percaya harus melewatinya. Namun yang dimaksudkan adalah bahwa manusia sedang menuju kematian kekal di neraka sehingga kedatangan Kristus menjadi satu-satunya harapan yang akan menjadi garansi beroleh hidup yang kekal.

3.      Sikap hidup orang yang berpengharapan kepada Kristus.

a.       Memperhatikan dan mendengar suara Tuhan (ay. 4 dan 7). Banyak suara yang kita dengar, tapi perlu dipastikan apakah itu suara Tuhan. Sebab iblis pun bisa menyamar sebagai malaikat terang.

b.      Mengarahkan pandangan kepada Tuhan (ay. 6). Banyak orang yang seakan memandang Tuhan tetapi fokus hidupnya bukan Tuhan. Kleopas dan seorang murid yang lain berjam-jam berjalan ke Emaus bersama Kristus tetapi mereka tidak mengenal Yesus bahkan menyebutnya orang asing (Luk. 24:16, 18).

c.       Senantiasa terjaga (ay. 9). Banyak orang yang terlelap dalam alunan melodi kehidupan. Menjadikan Tuhan seolah seperti satpam sehingga merasa nyaman dan akhirnya minus dalam pekerjaan Tuhan. Sorga adalah pasti bagi orang percaya, tetapi orang yang sungguh beriman perjuangannya bukan sebatas sorga, tetapi bekerja keras untuk membawa orang agar dibebaskan dan masuk ke Sion dengan sorak-sorai dan sukacita (ay. 11).

 

C.        PENUTUP

Mari terus berharap pada Kristus sebab pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita. Dan pengharapan itu tidak akan mengecewakan kita. Dan biarlah pengharapan yang kita miliki dalam Kristus, kita bagikan kepada orang lain yang sedang kehilangan pengharapan. Sebab banyak orang yang sedang berjalan menuju kebinasaan dan hanya Kristuslah satu-satunya yang mereka butuhkan.

Thursday, October 13, 2022

Pemeliharaan Tuhan Terhadap Nuh

 

Thema            : Pemeliharaan Tuhan

Nats                : Kej. 6:9-22

Oleh                : Pdt. Nelson Sembiring, M. Th.

A.        PENDAHULUAN

Jika semua orang ke kiri, beranikah kita sendirian ke kanan? Jika semua orang ke utara, beranikah kita sendirian ke selatan? Jangan penah takut untuk sendiri jika bersama Tuhan. Dunia memang seolah menawarkan banyak kebahagian, tetapi yang pasti hanyalah pemeliharaan Tuhan membuat kita aman. Jangan pernah takut dengan situasi sulit.  Disaat situasi sulit dan terjepit sesungguhnya disanalah Tuhan akan perlihatkan perkara yang ajaib. Namun, ketidaksabaran dalam menanti cara kerja Tuhan sering sekali menjadi halangan seseorang menerima berkat yang seharusnya menjadi bagiannya. Matius berkata: Jika burung di udara yang tak bernilai pun Tuhan pelihara, jika bunga bakung di ladang yang hari ini ada dan besok sudah tiada pun Tuhan dandani, tidakkah Ia lebih lagi memelihara hidupmu, hai kamu yang kurang percaya? Pemeliharaan Tuhan adalah suatu kepastian, walaupun caranya sering tidak terjangkau oleh akal kita. Bagaimanakah agar kita melihat pemeliharaan Tuhan nyata dalam hidup kita? Mari belajar dari Nuh.

B.        ISI

1.      Nuh dan masalahnya

a.       Nuh hidup dizaman yang rusak (ay. 11-12).

Bukan perkara mudah untuk hidup benar ditengah-tengah ratusan, ribuan atau jutaan orang yang hidup dengan gaya dunia. Nuh dan keluarganya hidup benar (ay. 10) sementara orang-orang disekelilingnya hidup sesuka hati dan tidak peduli dengan Tuhan.

b.      Nuh harus menentang logika dunia (ay. 14)

Tidak mudah bagi Nuh untuk membuat sebuah bahtera (perahu) di daerah pegunungan. Jika Nuh membuat bahtera di pinggir pantai adalah sesuatu yang normal, tetapi saat ia membuah bahtera di sekitar pegunungan Ararat maka itu dianggap melawan logika manusia. Sehingga Nuh harus siap menerima perkataan orang-orang disekitarnya. Mungkin ada yang berkata: Sepertinya Nuh sudah gila. Yang lain berkata: Lihat itu Nuh, semakin berTuhan semakin gila. Nuh harus sabar menghadapi segala hinaan dan cercaan.

2.      Pemeliharaan Tuhan dalam hidup Nuh.

Tuhan hadir memelihara Nuh dan keluarganya dalam situasi yang tidak normal. Saat semua orang berjalan ke kiri, Nuh berani memilih ke kanan dan disanalah nyata pemeliharaan Tuhan. Firman Tuhan berkata bahwa “pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa yang tidak melampaui kekuatan kita (1 Kor. 10:13). Bagaimanakah pemeliharaan Tuhan bagi Nuh:

a.       Pemeliharaan secara jasmani

·      Tuhan memelihara hidup Nuh dan keluarganya (ay. 19). Sementara orang sezamannya binasa (7:21). Artinya nyawa Nuh dan keluarganya dipelihara oleh Tuhan.

·      Tuhan mencukupkan kebutuhan Nuh dan keluarganya (ay. 21). Selama empat puluh hari Nuh berada dalam bahtera Tuhan tidak membiarkan mereka kelaparan.

·      Tuhan memberkati anak cucu/keturunan Nuh (9:1). Setelah air bah surut Tuhan terus memelihara Nuh bahkan sampai anak cucunya. Daud berkata: “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi aku tidak pernah melihat orang benar ditinggalkan, ataupun keturunannya meminta-minta roti” (Maz. 37:25)

b.      Pemeliharaan secara rohani.

Tuhan memberikan keselamatan (kasih karunia) bagi Nuh. “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN (ay. 8).

3.      Rahasia pemeliharaan Tuhan atas Nuh.

Tuhan memelihara Nuh bukan semata-mata karena kuasaNya, tetapi juga karena sikap hidup Nuh yaitu:

a.       Hidup benar dihadapan Tuhan (ay. 9, 7:1). Nuh dan keluarganya benar dihadapan Tuhan bukan karena mereka tidak pernah berbuat dosa tetapi selalu berusaha hidup berkenan kepada Allah.

b.      Hidup bergaul dengan Tuhan (ay. 9). Mengapa Nuh bisa hidup benar dan tidak bercela? Karena ia bergaul dengan Allah. Paulus berkata : Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik (1 Kor. 15:33).

c.       Taat perintah Tuhan (ay. 22). “Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya”.

C.        PENUTUP

Tuhan yang memelihara hidup Nuh adalah Tuhan yang kita sembah hari ini. Jika di masa lalu Ia memelihara Nuh maka hari ini Ia juga akan memelihara hidup kita. Pastikan hidup kita benar sebagaiman Nuh hidup pada zamannya. Jangan pernah takut sendiri jika Tuhan bersamamu tapi sadarilah saat kamu merasa nyaman bersama banyak orang, tetapi disana tidak ada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Sunday, September 18, 2022

Rahasia Hidup Bahagia

 

Thema            : Rahasia Hidup Bahagia

Nats                : Yeremia 9:23-26

Oleh                : Pdt. Nelson Sembiring, M. Th.

A.      PENDAHULUAN

Semua orang yang hidup pasti ingin bahagia. Orang menempuh pendidikan tinggi karena ingin bahagia. Orang bekerja keras karena ingin bahagia. Orang mengumpukan harta karena ingin bahagia. Apakah pendidikan, kerja keras, memiliki harta membuat manusia sungguh-sungguh bahagia? Amos berkata “Rasa tenteram yang palsu” (Amos 6). Bahwa pendidikan, kerja keras, harta, dll., adalah pendukung kebahagiaan, tetapi bukan sumber kebahagiaan. Ingin memiliki kebahagian yang sejati? Mari belajar rahasianya.

B.      ISI

1.      Standar bahagia menurut dunia.

a.       Karena memiliki kebijaksanaan atau kepintaran (ay. 23)

Melalui kebijaksanaan dan kepintaran maka seseorang bisa memiliki segalanya. Maka semua orang berusaha untuk menempuh pendidikan yang tinggi. Seorang orang tua akan berjuang keras agar anaknya bisa memiliki pendidikan yang tinggi tetapi  mengabaikan perkara rohani.

b.      Karena memiliki kekuatan (ay. 23)

Banyak orang merasa bahwa kekuatannyalah yang akan mengantarkan dia pada suatu masa depan sehingga perkara rohani sering diabaikan. Mengandalkan relasi saat ingin mendapat pekerjaan, mengandalkan uang saat menginginkan sesuatu adalah cara dunia kebahagiaan.

c.       Karena memiliki kekayaan (ay. 23)

“Hepeng mangatur nagaraon”. Pepatah ini adalah sebuah ungkapan bahwa jika ingin bahagia milikilah kekayaan sebanyak-banyaknya. Dengan kekayaan maka semua bisa dibeli.

2.      Apakah kebijaksanaan (kepintaran), kekuatan dan kekayaan memberi kebahagian?

a.       Jika kebijaksanaan (kepintaran) sebagai sumber kebahagiaan maka orang Majus takkan datang ke Betlehem mencari Tuhan. Mereka ahli (Profesor) perbintangan tapi merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Mereka butuh Tuhan sebagai sumber kebahagiaan.

b.      Jika kekuatan bisa memberi kebahagiaan maka Saulus tidak akan pernah menjadi Paulus. Saulus memiliki segalanya tetapi ia berkata semua kuanggap sampah karena pengenalan akan Kristus (Fil. 3:8).

c.       Jika kekayaan memberi kebahagiaan maka Zakheus takkan pernah memanjat pohon ara untuk melihat Yesus (Luk. 19:5). Memiliki harta kekayaan dari pekerjaannya sebagai kepala pemungut cukai tak membuat ia bahagia (Luk. 19:5). Zakheus ingin agar Yesus hadir di rumahnya bahkan dalam hidupnya.

3.      Apakah rahasia hidup bahagia?

a.       Saat kita memahami Allah.

Yusuf tak pernah kecewa saat saudara-saudaranya membencinya. Dia tak marah saat dijual oleh saudaranya kepada saudagar yang akan menuju Mesir. Ia tak kecewa saat difitnah isteri Potifar sehingga masuk penjara. Sebab ia memahami bahwa semua itu proses yang sedang dikerjakan Allah untuk mengantarkan dia kepada satu masa depan yang baik. Bahwa kejahatan yang dirancang manusia bisa Tuhan ubahkan menjadi kebaikan bagi dia (Kej. 50:20). Sehingga terbuktilah yang dikatakan Paulus dalam Rm. 8:28.

b.      Saat kita mengenal Allah.

Paulus tetap bersukacita walau harus masuk penjara (Fil. 1:13). Ia tetap kuat walau ada penyakit yang tak kunjung sembuh (2 Kor. 12:17). Ia tetap semangat walau hidup dalam kekurangan/kelaparan (Fil. 4:12). Karena ia selalu belajar mengenal Allah (Fi. 3:10). Dan orang yang sungguh mengenal Allah takkan dihukum oleh Allah tetapi beroleh hidup yang kekal (Ay. 25)

C.      PENUTUP

Bahagia adalah tujuan hidup setiap manusia, tapi banyak yang salah jalan sehingga tak sampai tujuan. Banyak faktor yang mempengaruhi kebahagian tapi hanya satu sumber kebahagiaan. Tuhan ingin kita hidup dalam kelimpahan baik jasmani terlebih rohani. Jangan takut pada kesulitan dan penderitaan yang Tuhan izinkan sebab itu adalah ujian iman. Tetapi takut dan hindarilah rasa bahagia tanpa Tuhan sebab itu penderitaan yang sesungguhnya. Tuhan Yesus memberkati. AMIN.

Saturday, September 10, 2022

Bolehkan Non Muslim Memimpin Doa Dalam Upacara Bendera?

Bolehkan Non Muslim Memimpin Doa Dalam Upacara Bendera?

Oleh : Nelson Sembiring, S. Pd., M. Th.

 

Ada sebuah pertanyaan yang membuat kening saya berkerut menjawabnya. “Apakah semua agama boleh memimpin doa saat upacara bendera?” Lebih spesifiknya, bolehkah non muslim memimpin doa dalam upacara bendera? Biasanya mesin pencari Google, Yahoo, Bing, dll akan memberi masukan bagi kita untuk menjawab segala pertanyaan. Walaupun tentunya kita harus selektif dan memiliki filter atas semua jawaban yang mereka tawarkan. Namun kali ini saya benar-benar tidak menemukan jawaban dari mereka berkaitan dengan boleh tidaknya non muslim memimpin doa dalam upacara bendera. Bahkan saya mengganti judulnya “Apakah upacara bendera harus dipimpin oleh seorang Islam?” Itu pun saya tidak temukan jawabannya.

Kebuntuan ini membuat saya merenung sejenak, mengapa tidak ada jawaban berkaitan dengan pertanyaan ini? Akhirnya saya mencoba merangkai sebuah kesimpulan berdasarkan fakta yang ada dilapangan. Apakah faktanya:

1.      Di sekolah yang siswa-siswinya beragama islam 100% seperti Pesantren, MI, MTS, MA baik yang swasta maupun negeri maka doa saat upacara dipimpin oleh yang beragama islam. Tentu ini sesuatu yang normal, karena semua warga sekolah beragama islam.

2.      Di sekolah yang siswa-siswinya beragama Kristen 100% seperti STAKP, STT, Santo Yosef, Kalam Kudus, dll baik yang swasta maupun negeri maka doa saat upacara dipimpin oleh yang beragama Kristen. Tentu ini pun sesuatu yang normal, karena semua warga sekolah beragama Kristen.

3.      Di sekolah yang siswa siswinya beragama Hindu, misalnya Hindu Dharma Institute (Bali) maka pastilah doa saat upacara dipimpin oleh yang beragama Hindu. Demikian juga sekolah yang siswa-siswinya beragama Budha, misalnya Sekolah Tinggi Agama Budha Negeri Raden Wijaya Wonogiri pastilah saat upacara bendera mereka berdoa dipimpin oleh yang beragama Budha.

Bagaimanakah jika sekolah itu bersifat nasional baik negeri maupun swasta? Disinilah mungkin timbul sedikit gesekan saat seorang pemimpin tidak bijak dalam mengambil sikap. Mengapa? Bahwa Negara kita berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ketika Pancasila ditetapkan sebagai dasar Negara kita, sudah menjadi kesepakatan bersama para pendiri bangsa ini bahwa sila pertama yang awalnya berbunyi : ”Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Dengan segala pertimbangan demi kelangsungan kehidupan bangsa Indonesia ini maka akhirnya Panitia Sembilan yang diketuai oleh Founding Father Bangsa ini Ir. Soekarno didampingi Drs. Moh. Hatta memutuskan untuk merubah sila pertama menjadi: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dan akhirnya sampai hari ini bangsa kita kokoh berdiri dengan segala perbedaan yang ada.

Kembali ke masalah awal tentang pembacaan doa di dalam upacara khususnya di sekolah nasional. Fakta dilapangan mencatat bahwa secara umum doa di upacara masih dipimpin oleh yang beragama islam. Dan sejauh ini yang non muslim tidak ada masalah, walaupun di dalam hati mereka tentu ingin juga diberi ruang untuk ambil bagian dalam mendemonstrasikan doanya buat bangsa dan negeri ini. Dan fakta dilapangan bahwa dibeberapa sekolah nasional ada pimpinannya yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi sehingga mengizinkan doa dipimpin oleh yang beragama diluar Islam. Saya memiliki seorang teman guru yang mengajar di salah satu SMA Negeri Kabupaten Deli Serdang bekata bahwa selama ia mengajar puluhan tahun di sekolah tersebut doa upacara selalu diselang-selingi antara doa Islam dan Kristen, walaupun perbandingannya lebih banyak yang islam. Apakah ini menyalahi aturan? Karena tidak ada undang-undang yang melarang dan mengharuskan tentang siapa yang berdoa dalam upacara maka bisa dipastikan itu tidak melanggar undang-undang.

Jadi akhirnya, saya ingin mengatakan bahwa Negara sengaja tidak mengeluarkan aturan tentang ini, tetapi meminta kita untuk bijak dalam menyikapinya. Jika karena keinginan mendemonstrasikan doa disaat upacara akhirnya persatuan negeri yang sudah dibangun oleh darah para pahlawan menjadi terkoyak, baiklah saya berdoa padaNya ditempat lain. Sebab ia Maha Mendengar dan Maha Hadir disegala tempat. Toh saat saudara muslim berdoa di upacara maka yang non muslimpun (Kristen, Hindu, Budha, Konghuchu, dll) bisa berdoa di dalam hatinya. Tapi jika kita sungguh manusia beragama, maka kita akan memberi ruang pada perbedaan yang ada. Bahwa lantunan doa-doa dari seorang muslim takkan pernah mengganggu hati saudara-saudara non muslim. Hendaklah demikian sebaliknya bahwa doa-doa yang dilantunkan Kristen juga tak menganggu hati orang-orang non Kristen.

Pesan Bung Karno : “Kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini”.

Salam Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrua.

Silahkan ditonton dan beri komentar: https://youtu.be/H7CQGyPpn1U dan https://youtu.be/FlSdH7umBkA .